Langsung ke konten utama

kata-kataku adalah gambaran dirimu

Telah dimekarkannya bunga-bunga ombak 
di padang gelombang kehidupan yang cair, 
berkilauan, dan lapang; pekat dan tak dapat diterawang.

Seperti masa depan dan hari ini, 
terlalu berbeda dan terlalu mirip kita. 
Laut dan langit, air dan udara, sunyi 
dan bunyi, mataku dan matamu.

Segugus bintang pari merenangi cakrawala, 

melintasi abad, bunga, dan batu-batu; 
melihat waktu mengajari manusia 
untuk membuat langkah pertama 
dan untuk berhenti pada waktunya. 

Bumi menimbun lubang-lubang bom 
yang dijatuhkan ke dadanya, 
seperti maaf menciptakan danau 
dari air mata dan lubang-lubang di jiwa.

Muda, kasar, tumpul, ceroboh 
sekaligus penuh tenaga; 
kebinasaan macam apa yang dapat kita ciptakan 
dari itu semua, 
sebelum kita menjadi seorang nelayan tua. 

Duduk dan bercerita tentang lautan-lautan 

yang memberkati kita, 
tidak hanya dengan ikan-ikan dan pengalaman, 
tetapi dengan sebuah kehidupan yang tak dapat kita ulang.

Seperti rumah dan kepergian orang-orang tercinta, 
hidup mengisi dirinya dengan banyak akhir dan perpisahan. 
Tetapi ada sesuatu yang mungkin tak dapat dipisahkannya dari dirinya cinta. 

Hanya di dalam mencintai kita dapat bicara tentang hidup 

dan hanya dengan hidup, aku dapat berkata tentang cinta, 
tentang tatapanmu dan tentang senyummu.
Tetaplah sederhana se sederhana hatiku 
ketika menemukanmu sedang asyik memperhatikan kata-kataku.

Makassar 
Desember 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

130 siswa sma makassar tak lulus UN

Hasil ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat akan diumumkan serentak, Senin besok, 16 Mei 2011. Namun, berdasarkan informasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, hasil UN tersebut telah keluar dan sudah diketahui secara terbatas, sambil menunggu pengumuman resmi. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar menuturkan, tahun ini tingkat kelulusan siswa untuk SMA dan sederajat mengalami peningkatan. "Pada tahun ini, dari 18.756 peserta UN, hanya 130 orang yang dinyatakan tidak lulus," kata Ismunandar saat ditemui di Makassar. Jika dibandingkanUN 2010, kata Ismunandar, kelulusan tahun ini cukup memuaskan. Ia menyebutkan, pada 2010, persentase ketidaklulusan peserta ujian mencapai 9,02 persen, yakni jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 724 siswa dari total peserta UN yang mencapai 8.020 siswa. Ismunandar mengatakan pencapaian tahun ini sebanyak 99,31 persen. Pencapaian tahun ini tidak melenceng jauh dari target ke...

SAJAK SEONGGOK JAGUNG "W.S. Rendra"

Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda yang kurang sekolahan. Memandang jagung itu, sang pemuda melihat ladang; ia melihat petani; ia melihat panen; dan suatu hari subuh, para wanita dengan gendongan pergi ke pasar ……….. Dan ia juga melihat suatu pagi hari di dekat sumur gadis-gadis bercanda sambil menumbuk jagung menjadi maisena. Sedang di dalam dapur tungku-tungku menyala. Di dalam udara murni tercium kuwe jagung Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda. Ia siap menggarap jagung Ia melihat kemungkinan otak dan tangan siap bekerja Tetapi ini : Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda tamat SLA Tak ada uang, tak bisa menjadi mahasiswa. Hanya ada seonggok jagung di kamarnya. Ia memandang jagung itu dan ia melihat dirinya terlunta-lunta . Ia melihat dirinya ditendang dari diskotik. Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik etalase. Ia melihat saingannya naik sepeda motor. Ia melihat nomor-nomor lotre. Ia melihat dirinya sendiri miskin dan gagal. Seonggok jagung di kamar t...

Trilogi Ketimpangan yang Mencemaskan

Ketimpangan masih menjadi pekerjaan rumah yang jauh dari selesai. Bank Dunia lewat laporan bertajuk “Ketimpangan yang Semakin Melebar” merilis, konsentrasi kekayaan pada segelintir orang membuat ketimpangan kian melebar (KORAN SINDO, 9/12/2015 ). Pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata 6% satu dekade terakhir hanya dinikmati segelintir pelaku. Indonesia tidak sendiri. Di dunia saat ini ada 2,2 miliar orang hidup dengan pendapatan kurang USD2. Namun, ketimpangan yang kian melebar di negeri ini menandakan ada yang salah dalam gerak pembangunan. Pembangunan justru tidak menyejahterakan semua lapisan. Ketimpangan itu mewujud dalam tiga bentuk: ketimpangan antarwilayah, disparitas antarsektor ekonomi, dan kesenjangan pendapatan antarpenduduk. Dua wajah wilayah Indonesia lebih mudah dikenali dari kesenjangan wilayah: antara wilayah barat vs timur. Pada 1975 kawasan barat Indonesia (KBI) menguasai 84,6% PDB nasional dengan Jawa yang hanya 9% dari luas wilayah menguasai 46,7% PD...