Langsung ke konten utama

Untukmu


Bismillaah…

Untukmu yang kelak kau ada di sisiku setiap saat…Ketika menuliskan ini sungguh aku terbenam dalam rasaku, karena baru kali ini aku menulis dengan membawa segenap hatiku ke dalamnya,karena baru kali ini aku menulis dengan kasih yang amat terasa,karena baru kali ini aku beranikan diri untuk mengungkapkan segalanya kepadamu,karena baru kali ini aku sengaja membuat tulisan yang aku ingin kau membacanya dengan hati,karena baru kali ini rasaku tak kuasa kubendung,dan karena baru kali ini aku menulis untuk seorang yang kusebut masa depanku..

Aku adalah lelaki yang kelak akan membimbingmu dalam langkah2 menujuNya..Aku adalah lelaki yang kelak menjadi teladan dalam keseharianmu..Aku adalah lelaki yang kelak ada dalam suka dan dukamu..Darimu aku belajar tentang kesabaran, saat dalam penantian akan diriku.Darimu aku belajar tentang keikhlasan, saat kau menerima segala yang ada dalam diriku tanpa aku rencanakan sebelumnya..

Darimu aku belajar tentang kedewasaan yang sesungguhnya, saat kita menapaki titian menuju kesempurnaan iman.Darimu aku belajar tentang pantang menyerah, saat kita melalui hari-hari penuh cobaan akan penantian yang sungguh terasa panjang ini.Di dalamnya terdapat senyum dan tawa yang melengkapi keindahan penantian ini, sehingga aku harus ekstra dalam menambah cintaku padaNya agar aku senantiasa melantunkan syukur dalam doa-doa yang kupanjatkan.

Untukmu yang tatapannya meneduhkan hati,Ada kalanya aku ingin marah, tapi aku sadar bahwa marahku hanya akan memperumit hubungan kita, maka dari itu aku akan memilih diam sampai semua bisa terselesaikan dengan kepala dingin.Ada kalanya aku akan membuatmu merasa sedih, sungguh bukan karena aku ingin menyakitimu tapi aku ingin kau mengetahui segala hal tentang diriku tak hanya soal bahagiaku tapi juga sedihku.

Ada kalanya aku kau anggap begitu tak peduli, bukan sama sekali, aku sungguh peduli tapi aku mungkin tak tau cara seperti apa yang dapat kugunakan untuk mengungkapkan kepedulianku itu, maka kumohon ajari aku akan hal itu.
Ada kalanya aku kau anggap begitu kekanak-kanakan, bukan sama sekali, aku tak ingin menjadi anak-anak seperti yang kau maksudkan, tapi aku sedang mencoba masuk ke dalam dirimu dengan cara yang kupunya karena sejatinya dirimu kupahami sangat menyukai anak2.

Untukmu yang karena Allah aku ingin menjadi pendampingmu,
Sungguh, ada banyak hal kulakukan yang mungkin kau tak memahaminya karena aku melakukannya dengan caraku sendiri,bukan dengan caramu, maka kuminta kau sabar karena saat itu sebenarnya aku tengah mempelajari dirimu agar dapat melakukan hal2 tersebut dengan cara yang kau inginkan.

Untukmu yang dari awal sampai kalimat terakhir tulisan ini memberi terang bagi fikiranku dan menjelaskan dengan gamblang bahwa tak ada yang layak dicintai  selain diriNya sebab cintaku padaNya adalah bentuk lain dari kesempurnaan cintaku Padamu.


31 januari 2018Malam dimana bulan darah biru menampakkan eksistensiNya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

06-28-2011

  malam ini mungkin aku banyak masalah, tapi sedikit terlupakan.. yaaaah mungkin karna terlalu senang, bisa bertemu keluarga dan tetanga2 dekat rumah... ditambah lagi ocehan2 mereka menyinggung aku terhadap seorang wanita wanita itu berinisial F.A ngak usah sebut nama yach entar ketauan.. yang jelas aku memang suka sama tuch cwe' tapi karna sppu2 aku yang cerewetnya bukan main terpaksa aku harus nyimpan perasaan itu dalam2 sok cuek gitu.. pa lagi aku smentara dekat ma seorang cwe' yang berinisial I.A , mungkin aku suka ma si F.A lebih dari I.A tapi krna aku memang udah pernah punya hbungan special ma si I.A jadi aku lebih condong ke dia setidaknya aku tidak bakalan mungkin ditolak ma dia.. tinggal nunggu waktu aja tuk nyelesaiin semuanya biasa orang gagah hehehehe narsis dkit nda' papa kan Dulunya aku memang pernah dekat juga sama si F.A tapi dianya gak ngasih respon kepaksa dech berusaha lupaiin dia masalahnya aku itu orangnya takut ditolak cintanya.. hehehehehe...

dunia memberi apa yang kita fokuskan

bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiaran kita. Padahal dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Lima Langkah Menuju Deklarasi Malino

Hari ini mataku tertarik melihat sebuah judul artikel isinya akan saya ringkas dibawah ini : Lima Langkah Menuju Deklarasi Malino                                                                                                                                        5 januari 2002 Malino, sebuah kawasan puncak gunung yang dingin di kabupaten gowa, sulawesi selatan, kembali menyita perhatian publik, akhir 2001. disana dilaksanakan pertemuan yang merekonsiliasi dua kubu yang berperang di poso selama tiga tahun terakhir ini : kubu islam dan kristen. dua kubu yang saling mengharamkan dan menafikkan, duduk semeja dan mendeklarasikan dihentikannya pe...