Langsung ke konten utama

Kisah Almarhun Faidh



sebuah cerita yang terkenal berikut ini berkenaan dengan seorang ulama besar syiah. salah seorang ulama Qum menyampaikan cerita ini kepada saya bahwa almarhum faidh terhadap kalimat yang di ucapkan oleh imam husein as pada malam asyura ', "aku tidak melihat ada sahabat yang lebih baik dari sahabatku," mengatakan ," aku tidak percaya imam husain as mengucapkan semacam itu," mereka menanyakan," mengapa demikian"?
iya menjawab, "apa yang telah mereka lakukan sehingga imam husain mengatakan, tidak ada sahabat yang lebih tinggi dari mereka, mereka yang membantai imam husain adalah orang-orang yang sangat busuk, dan mereka yang menolong imam husain as tidak melakukan suatu usaha yang berarti. setiap muslim dapat menempati posisi mereka. jika di umumkan bahawa anak nabi saw, imam zaman (imam mahdi) as tengah menghadapi musuh seorang diri, maka setiap muslim akan membantunya.


pada suatu malam ia (almarhum faidh) bermimpi seakan berada di padang karbala, imam husain as beserta tujuhpuluh pasukannya berada di satu sisi dan tiga puluhribu pasukan musuh berada di sisi lain. terbayang dalam ingatannya bahwa saat itu adalah waktu zuhur dan mereka hendak menunaikan shalat. imam husain berkata padanya (almarhum faidh) "kau berdiri didepan dan kami hendak melaksanakan shalat". al-hanafi dan dua orang lainnya yang menjadikan diri mereka sebagai perisai).
musuh mulai melepaskan anak panah. ia maju dan berdiri di depan. panah pertama musuh mulai tiba. ketika ia melihat panah tengah menuju kearahnya seketika itu ia (almarhum faidh) membungkuk. tiba-tiba ia melihat panah itu mengenai tubuh imam husain AS. dan dalam alam mimpi itu ia mengucapkan, astagfirullah wa atuubu ilaihi, betapa buruknya yang telah aku lakukan. kali ini aku tidak akan mengulangi lagi. pada kali yang kedua anak panah datang menuju ke arahnya, dan ketika telah dekat dengan dirinya untuk yang kedua kalinya ia membungkukkan diri. berulang kali hal ini terjadi, dan tanpa disadari ia membungkukkan diri . pada saat imam husain berkata kepadanya (almarhum faidh) "aku tidak mengenal sahabat yang lebih baik dan lebih utama daripada sahabatku," apakah kau mengira setiap yang membaca buku pasti menjadi mujahid?! ini adalah sebuah kenyataan. "barang siapa yang tidak berperang, tidak berbicara dengan dirinya tentang peperangan, maka ia mati dalam sebuah cabang dari nifak," seseorang yang bukan mujahid atau dalam dirinya tidak terdapat keinginan untuk menjadi mujahid, jiwanya bermuka dua, yaitu ketika tiba saatnya jihad, ia akan melarikan diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

06-28-2011

  malam ini mungkin aku banyak masalah, tapi sedikit terlupakan.. yaaaah mungkin karna terlalu senang, bisa bertemu keluarga dan tetanga2 dekat rumah... ditambah lagi ocehan2 mereka menyinggung aku terhadap seorang wanita wanita itu berinisial F.A ngak usah sebut nama yach entar ketauan.. yang jelas aku memang suka sama tuch cwe' tapi karna sppu2 aku yang cerewetnya bukan main terpaksa aku harus nyimpan perasaan itu dalam2 sok cuek gitu.. pa lagi aku smentara dekat ma seorang cwe' yang berinisial I.A , mungkin aku suka ma si F.A lebih dari I.A tapi krna aku memang udah pernah punya hbungan special ma si I.A jadi aku lebih condong ke dia setidaknya aku tidak bakalan mungkin ditolak ma dia.. tinggal nunggu waktu aja tuk nyelesaiin semuanya biasa orang gagah hehehehe narsis dkit nda' papa kan Dulunya aku memang pernah dekat juga sama si F.A tapi dianya gak ngasih respon kepaksa dech berusaha lupaiin dia masalahnya aku itu orangnya takut ditolak cintanya.. hehehehehe...

dunia memberi apa yang kita fokuskan

bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiaran kita. Padahal dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Lima Langkah Menuju Deklarasi Malino

Hari ini mataku tertarik melihat sebuah judul artikel isinya akan saya ringkas dibawah ini : Lima Langkah Menuju Deklarasi Malino                                                                                                                                        5 januari 2002 Malino, sebuah kawasan puncak gunung yang dingin di kabupaten gowa, sulawesi selatan, kembali menyita perhatian publik, akhir 2001. disana dilaksanakan pertemuan yang merekonsiliasi dua kubu yang berperang di poso selama tiga tahun terakhir ini : kubu islam dan kristen. dua kubu yang saling mengharamkan dan menafikkan, duduk semeja dan mendeklarasikan dihentikannya pe...