Langsung ke konten utama

Akibat Ulah SEKJEN

Ulah Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI yang merenovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) senilai Rp20,3 miliar, DPR secara institusi maupun anggotanya terkena imbas negatif.

"Yah itu, kita tidak bisa pahami. Apa yang dilakukan Kesekjenan DPR RI berimbas pada DPR RI, baik lembaganya maupun kepada anggotanya. Ulah Setjen DPR RI itu semakin memperburuk citra DPR RI," kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Saan Mustopa di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat.

Ia menyatakan, bila memang Setjen ingin melakukan sesuatu di lingkungan DPR RI, ada baiknya melakukan konsultasi dan komunikasi dengan semua pihak.

"Harusnya ketika Setjen mau melakukan sebuah proyek, itu hendaknya dibicarakan, disampaikan ke DPR RI, minimal pimpinan DPR RI, adakan rapat-rapat dengan fraksi-fraksi. Disitu fraksi akan memberikan masukan apakah proyek itu layak dilakukan atau tidak. Kalau selama ini jangan kan anggota, pimpinan fraksi ngga tahu tentang rencana-rencana yang akan dilakukan Kesekjenan. Tiba-tiba, DPR RI sudah dicaci saja. Ini membuat kredibilitas DPR RI semakin memburuk," kata anggota Komisi III DPR RI itu.

Menurut anggota Banggar itu kejadian toilet dan renovasi ruang Banggar merupakan hadiah tahun baru yang tak menyenangkan.

"Kalau ini terus menerus dilakukan akan semakin memperburuk citra DPR RI. Belum kelar (selesai) masalah toilet, ada lagi masalah soal ruang Banggar. Ini awal tahun yang kurang baik buat reputasi DPR RI. Sudah ada dua kasus yang membuat kurang baik," sambung Saan.

Ia mengaku, sebagai anggota Banggar, dirinya tak mengetahui sama sekali soal renovasi ruang Banggar itu. (Zul)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

130 siswa sma makassar tak lulus UN

Hasil ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat akan diumumkan serentak, Senin besok, 16 Mei 2011. Namun, berdasarkan informasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, hasil UN tersebut telah keluar dan sudah diketahui secara terbatas, sambil menunggu pengumuman resmi. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar menuturkan, tahun ini tingkat kelulusan siswa untuk SMA dan sederajat mengalami peningkatan. "Pada tahun ini, dari 18.756 peserta UN, hanya 130 orang yang dinyatakan tidak lulus," kata Ismunandar saat ditemui di Makassar. Jika dibandingkanUN 2010, kata Ismunandar, kelulusan tahun ini cukup memuaskan. Ia menyebutkan, pada 2010, persentase ketidaklulusan peserta ujian mencapai 9,02 persen, yakni jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 724 siswa dari total peserta UN yang mencapai 8.020 siswa. Ismunandar mengatakan pencapaian tahun ini sebanyak 99,31 persen. Pencapaian tahun ini tidak melenceng jauh dari target ke...

SAJAK SEONGGOK JAGUNG "W.S. Rendra"

Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda yang kurang sekolahan. Memandang jagung itu, sang pemuda melihat ladang; ia melihat petani; ia melihat panen; dan suatu hari subuh, para wanita dengan gendongan pergi ke pasar ……….. Dan ia juga melihat suatu pagi hari di dekat sumur gadis-gadis bercanda sambil menumbuk jagung menjadi maisena. Sedang di dalam dapur tungku-tungku menyala. Di dalam udara murni tercium kuwe jagung Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda. Ia siap menggarap jagung Ia melihat kemungkinan otak dan tangan siap bekerja Tetapi ini : Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda tamat SLA Tak ada uang, tak bisa menjadi mahasiswa. Hanya ada seonggok jagung di kamarnya. Ia memandang jagung itu dan ia melihat dirinya terlunta-lunta . Ia melihat dirinya ditendang dari diskotik. Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik etalase. Ia melihat saingannya naik sepeda motor. Ia melihat nomor-nomor lotre. Ia melihat dirinya sendiri miskin dan gagal. Seonggok jagung di kamar t...

Trilogi Ketimpangan yang Mencemaskan

Ketimpangan masih menjadi pekerjaan rumah yang jauh dari selesai. Bank Dunia lewat laporan bertajuk “Ketimpangan yang Semakin Melebar” merilis, konsentrasi kekayaan pada segelintir orang membuat ketimpangan kian melebar (KORAN SINDO, 9/12/2015 ). Pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata 6% satu dekade terakhir hanya dinikmati segelintir pelaku. Indonesia tidak sendiri. Di dunia saat ini ada 2,2 miliar orang hidup dengan pendapatan kurang USD2. Namun, ketimpangan yang kian melebar di negeri ini menandakan ada yang salah dalam gerak pembangunan. Pembangunan justru tidak menyejahterakan semua lapisan. Ketimpangan itu mewujud dalam tiga bentuk: ketimpangan antarwilayah, disparitas antarsektor ekonomi, dan kesenjangan pendapatan antarpenduduk. Dua wajah wilayah Indonesia lebih mudah dikenali dari kesenjangan wilayah: antara wilayah barat vs timur. Pada 1975 kawasan barat Indonesia (KBI) menguasai 84,6% PDB nasional dengan Jawa yang hanya 9% dari luas wilayah menguasai 46,7% PD...